Bahan untuk Waterproofing

Memilih Bahan Waterproofing yang Tepat untuk Bangunan Anda

Kebocoran pada bangunan merupakan masalah umum yang dapat menyebabkan kerusakan serius dan biaya perbaikan yang tinggi. Guna mengatasi masalah ini, bahan untuk waterproofing kerap dipilih sebagai solusi terbaik.

Bahan waterproofing diaplikasikan untuk mencegah air yang merembes masuk ke sela-sela bagian dalam bangunan. Seperti dinding, dak beton, basement, kamar mandi, balkon, dan area yang rentan akan rembesan lainnya. Menjadikan struktur bangunan Anda senantiasa terlindungi dari kerusakan akibat kelembapan maupun genangan air.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan bahan waterproofing yang sesuai kebutuhan bangunan Anda. Dengan mengenal beberapa jenis bahan waterproofing berikut ini, Anda bisa menentukan pilihan yang tepat.

Jenis Bahan Untuk Waterproofing

Bahan pelapis pada area tertentu memiliki karakteristik yang berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga perlu diperhatikan penggunaan setiap bahan agar berfungsi maksimal.

1. Semen mortar

Mortar dapat mencegah kerusakan yang disebabkan infiltrasi air maupun pertumbuhan jamur dan lumut. Daya rekatnya terbilang kuat, pada lapisan berpori maupun tidak.

Hanya saja, bahan untuk waterproofing ini tidak bisa dibiarkan di ruang terbuka. Maka dari itu, bahan ini seringkali dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya kebocoran pada bagian dalam kolam renang, terowongan, sistem navigasi air pada sungai, hingga kereta bawah tanah.

2. Modified bitumen membrane

Pertama kalinya dunia konstruksi mengenal waterproofing setelah adanya modified bitumen membrane, yang masih diandalkan saat ini. Terutama untuk perlindungan beton yang berkontak langsung dengan air akibat cuaca ekstrem maupun air laut yang mengandung garam. Seperti dak, balkon, tanki air, dan terowongan.

Bahan ini juga andal dalam menyesuaikan retakan pada beton. Namun, kekurangannya rentan terhadap kerusakan dan memerlukan pergantian. Jika dipelihara dan dijaga dengan baik, daya kekuatannya bisa tahan hingga 15 tahun.

3. Water-based Polyurethane

Disebut water-based dan memiliki lapisan yang tipis, namun polyurethane memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menahan perubahan cuaca ekstrem. Bahkan saat kondisi sekitar sedang hujan, suhu udara yang naik-turun, paparan sinar UV, hingga dinginnya salju.

Hanya saja, material ini tidak dianjurkan untuk menahan genangan air. Di balik kekurangan itu, bahan waterproofing dari water-based polyurethane dapat diaplikasikan dengan mudah di berbagai mekanisme yang berbeda. Tidak terpengaruh suhu, tekanan, maupun pergerakan struktural.

4. Polyurea

Bahan untuk waterproofing ini merupakan pilihan yang tepat mencegah keretakan, keropos, korosi, dan kerusakan struktur bangunan lainnya.

Kekurangannya, penerapan material polyurea cukup merepotkan. Dalam hal ini, kontraktor waterproofing akan membutuhkan alat semprot khusus untuk menciptakan lapisan yang maksimal dan cepat kering.

5. Acrylic modified

Jika polyuria murni menawarkan harga tinggi, acrylic modified menawarkan harga murah dan tahan lama. Keunggulannya terletak pada kemampuannya dalam menahan panas.

Tidak heran jika seringkali diaplikasikan pada atap, terutama atap logam yang miring atau dengan drainase yang memadai. Namun, acrylic modified kurang cocok mengatasi tantangan cuaca dingin.

6. Silicone

Stabilitas menahan UV yang super unggul serta tahan terhadap genangan air, membuatnya kerap diandalkan sebagai bahan restorasi atap komersial modern. Namun, karena 90% materialnya terbuat dari padatan, penerapannya agak sulit dan harus dilakukan oleh jasa waterproofing profesional.

Penggunaan pada lantai pun kurang direkomendasikan karena dapat membuat permukaan licin saat basah, serta kurang tahan terhadap suhu dingin.

hubungi kami sekarang

Free Survey

Punya masalah dengan dak beton Anda? atau lantai bangunan ingin di waterproofing? Hubungi kami jasa waterproofing profesional. Dapatkan paket layanan terbaik. Kontak kami untuk dapatkan harga terbaik!

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Bahan Waterproofing

Saat memilih bahan waterproofing untuk bangunan Anda, penting untuk mempertimbangkan beberapa faktor utama agar mendapatkan hasil yang optimal.

1. Lokasi yang akan diaplikasikan

Pertimbangkan di mana bahan waterproofing akan digunakan. Atap memerlukan bahan yang tahan terhadap sinar UV dan perubahan suhu ekstrem, sedangkan dinding membutuhkan bahan yang fleksibel untuk mengakomodasi pergerakan struktur.

Lantai, terutama di area basah seperti kamar mandi, memerlukan bahan yang tahan air dan tahan lama.

2. Budget

Anggaran sangat mempengaruhi pilihan bahan. Beberapa bahan seperti polyurea memiliki kualitas tinggi namun harganya mahal, sementara bahan seperti semen mortar lebih terjangkau namun mungkin memerlukan perawatan lebih sering.

3. Kemudahan aplikasi

Pilih bahan yang sesuai dengan kemampuan teknis yang tersedia. Misalnya, bahan water-based polyurethane mudah diaplikasikan dan cepat kering.

Dibandingkan modified bitumen membrane, mungkin memerlukan tenaga ahli dan peralatan khusus.

4. Ketahanan terhadap cuaca dan sinar matahari

Pastikan bahan yang dipilih memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi cuaca di lokasi Anda. Bahan seperti silicone sangat tahan terhadap sinar UV dan cuaca ekstrem, sehingga cocok untuk aplikasi di atap atau dinding eksternal yang terpapar sinar matahari langsung.

Cara Aplikasi Waterproofing

Aplikator profesional akan melakukan beberapa tahapan ini saat menerapkan pelapis waterproofing yang Anda minta.

  • Persiapan Permukaan. Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, dan minyak. Pastikan dalam keadaan kering dan rata (retakan sudah ditambal rapat) untuk mengoptimalkan adhesi bahan waterproofing.
  • Pencampuran Bahan (jika perlu). Beberapa bahan, seperti semen mortar atau acrylic modified, memerlukan pencampuran dengan air atau zat pengikat lainnya.
  • Aplikasi Bahan Waterproofing. Gunakan kuas, roller, atau semprotan untuk mengaplikasikan bahan secara merata. Khusus modified bitumen membrane, dengan cara dibakar. Pastikan tidak ada gelembung udara atau celah.
  • Waktu Pengeringan. Lakukan pengeringan dengan baik, antara 24 hingga 72 jam. Selama itu, hindari kontak dengan air.

Tips dan Perawatan Waterproofing

Merawat waterproofing secara berkala sangat penting untuk memastikan bangunan Anda tetap terlindungi dari kebocoran.

Berikut beberapa tips untuk perawatan waterproofing yang efektif.

  • Lakukan inspeksi rutin pada area yang dilapisi bahan waterproofing untuk mendeteksi adanya kebocoran. Perhatikan tanda-tanda seperti retakan dan kelembapan yang tidak biasa, termasuk bercak air.
  • Jika ditemukan area yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan, segera lapisi dengan bahan waterproofing baru. Pelapisan berulang secara berkala dapat memperpanjang fungsi perlindungan.

Kesimpulan

Bahan untuk waterproofing yang dipilih secara tepat, terbukti efektif melindungi berbagai konstruksi bangunan dari kerusakan yang disebabkan oleh rembesan maupun genangan air.

Tinggal disesuaikan pilihan bahan dengan cuaca sekitar, tingkat paparan matahari, kemudahan aplikasi, dan juga budget yang diperhitungkan dengan teliti. Termasuk menghitung biaya perawatan berkala.

Untuk hasil terbaik, konsultasikan dan gunakan jasa aplikator waterproofing profesional. Apindo Karya Lestari, dengan pengalaman dan keahlian dalam bidang jasa waterproofing hadir untuk membantu Anda mendapatkan hasil penerapan waterproofing yang berkualitas tinggi.

Tim Apindo Karya Lestari yang profesional memastikan lapisan waterproofing diaplikasikan dengan benar dan berfungsi optimal, sehingga perlindungan yang didapatkan lebih tahan lama untuk penggunaan jangka panjang.

Hubungi Apindo Karya Lestari sekarang untuk konsultasi lebih lanjut!

Layanan kami lainnya: Jasa Waterproofing Bali, Pilihan No.1 Dalam Melindungi Bangunan

About The Author

Scroll to Top