Standar Warna Lantai Pabrik

Mengenal Standar Warna Lantai Pabrik yang Sesuai

Pada industri pabrik, setiap aspek desain memiliki peran yang krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan efisien.

Salah satunya terkait pemilihan warna lantai. Bukan didasari faktor estetika semata, melainkan sebagai pembatas lantai yang dikenal dengan istilah demarkasi.

Pemberian batas warna yang tepat dan beragam ditujukan sebagai pembeda. Terdapat area khusus untuk kerja, penyimpanan, tempat mesin, dan lain sebagainya sesuai standar warna lantai pabrik.

Selain membedakan area pabrik sesuai fungsinya, warna tertentu lantai pabrik memberikan batas yang jelas untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di pabrik.

Sehingga dapat meminimalkan sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang rawan terjadi.

Pengaruh Psikologis Warna pada Produktivitas Pekerja

Bicara tentang warna, erat kaitannya dengan pengaruh psikologis, termasuk dalam konteks situasi kerja. Baik secara emosional maupun fisik.

Dalam konteks warna lantai untuk pabrik, pengaruh yang dirasakan dari segi emosional yakni antara membuat suasana pabrik jadi terasa lebih panas atau dingin, atau membuat pekerja lebih tenang dan lebih gembira serta energik.

Sementara lainnya, terkait pengaruh warna yang dirasakan secara fisik, seperti halnya warna-warna sejuk (putih dan hijau) membuat ruangan terasa sejuk dan luas daripada ruang aslinya. Serta mampu menciptakan rasa damai dan tenang.

Namun, beberapa ahli menyarankan untuk menghindari warna-warna hangat pada lantai, seperti oranye atau merah yang bisa membuat area pabrik terasa lebih sempit.

Di sisi lain, warna hangat memberi efek yang energik. Dapat merangsang perasaan semangat dan antusias yang dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Terutama yang membutuhkan keaktifan dan kreativitas seperti pabrik, pemilihan warna yang sesuai sangat layak dipertimbangkan.

Standar Warna Demarkasi Lantai Workshop Menurut SNI

Standar Warna Demarkasi Lantai Workshop

Indonesia telah menetapkan standar warna lantai pabrik dalam SNI 6530 tahun 2016, yang disebut sebagai demarkasi.

Dalam undang-undang tersebut, standar warna yang digunakan tidak bisa sembarang antara satu lokasi dengan lainnya.

Ketentuan ini dibedakan berdasarkan jenis area, yakni terdiri dari lorong, jalan pintas, daerah penyimpanan K3, daerah bebas rintangan di area tempat kerja atau penyimpanan barang, area penyimpanan peralatan pemadam kebakaran, dan daerah bebas rintangan di area panel pabrik.

Pemilihan warna pada pabrik pun tidak hanya di tempat yang ramai dengan aktivitas saja, tetapi termasuk area lantai tangganya.

Ketetapan tersebut berisikan standar warna sebagai berikut.

  • Biru muda: Area tempat kerja
  • Abu-abu: Area penyimpanan barang
  • Putih strip Hijau: Tempat penyimpanan peralatan K3
  • Kuning strip Hitam: Merupakan lantai kerja yang memiliki perbedaan ketinggian, serta diterapkan pada lantai bertangga
  • Kuning terang: Diterapkan pada area lorong dan jalan pintas
  • Merah tua: Daerah bebas hambatan sebagai tempat penyimpanan peralatan pemadam kebakaran sekaligus area panel listrik

Layanan terbaik kami: 

Penentuan Standar Warna Lantai Pabrik Berdasarkan Fungsinya

Penentuan Warna Lantai Pabrik Berdasarkan Fungsinya

Mengetahui standar warna lantai pabrik berdasarkan fungsinya merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan efisien.

Standar ini membantu Anda mengatur aliran kerja, meminimalkan risiko kecelakaan, hingga meningkatkan produktivitas. Terdiri dari sejumlah warna dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Merah: Menandakan bahaya. Sementara dalam standar warna lantai pabrik, warna ini mengingatkan orang atau kendaraan yang mereka bawa untuk berhenti.
  • Kuning: Penanda untuk melanjutkan proses kerja dengan hati-hati, termasuk memperingatkan pengguna forklift. Biasanya diterapkan pada lorong atau jalan setapak.
  • Hijau: Menandakan keselamatan, atau dengan kata lain merupakan area pabrik yang aman dari bahaya.
  • Biru: Sebagai penanda informasi yang banyak ditemukan di gudang untuk menandai peralatan yang rusak.
  • Oranye: Zona menyimpan kendaraan yang biasanya ditemukan di lorong, tempat kendaraan beroperasi.
  • Hitam: Tempat terakhir proses produksi, barang yang sudah disortir, atau barang jadi.
  • Putih: Berbanding terbalik dengan warna hitam, lantai putih diletakkan di area produksi.
  • Hitam strip Kuning: Menandai zona berbahaya yang menyimpan bahan-bahan kimia atau harus diperlakukan secara hati-hati.
  • Merah strip Putih: Area yang harus dijaga kebersihannya, seperti titik listrik maupun akses darurat.

Pemilihan Warna Cat Epoxy Lantai pada Jalur Pejalan Kaki di Pabrik

warna jalur pejalan kaki

Di samping penetapan warna untuk sejumlah area produksi, memperhatikan jalur pejalan kaki di pabrik merupakan hal penting yang tak terpisahkan dalam menciptakan ruang kerja yang aman dan efisien.

Bukan sekadar hiasan semata, bahkan telah diatur secara khusus dalam undang-undang oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Hal tersebut dikarenakan pabrik memiliki banyak kegiatan. Supaya tidak mengganggu, pejalan kaki perlu diberi penanda untuk menginformasi mereka di mana harus berjalan.

Guna memastikan keselamatan dan menjamin visibilitas yang maksimal, diperlukan pertimbangan cermat dalam memilih warna cat epoxy lantai pada jalur pejalan kaki. Umumnya menggunakan warna yang menandakan zona aman, yakni hijau.

Selain itu, penting untuk memilih cat epoxy yang tahan terhadap lalu lintas berat, tahan goresan, dan mudah dibersihkan.

Cat epoxy dengan kualitas tinggi akan memastikan jalur pejalan kaki tetap terlihat jelas dan aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama, bahkan di lingkungan pabrik dengan tingkat aktivitas tinggi.

Tidak lupa mempertimbangkan kebutuhan penanda tambahan dari marka jalan sebagai pemandu pejalan kaki. Kombinasi cat epoxy dengan warna yang sesuai dilengkapi penanda jalan akan membantu menciptakan jalur pejalan kaki yang aman, terorganisir, dan mudah dipahami, khususnya di lingkungan sibuk seperti pabrik.

Rancang Lantai Pabrik yang Ideal bersama PT. Apindo Karya Lestari

Kerja sama dengan PT. Apindo Karya Lestari menjadi kunci dalam mewujudkan warna cat epoxy lantai yang ideal.

Tidak hanya mempertimbangkan standar warna lantai pabrik yang sesuai, kami merupakan perusahaan spesialis jasa epoxy lantai pabrik yang mengedepankan kualitas cat epoxy lantai.

Ketahanan lantai dapat bertahan hingga 10 tahun, menjadikan perusahaan sebagai salah satu pionir kontraktor epoxy lantai terpercaya dan terdepan di Indonesia.

Tidak mengherankan mengingat telah beroperasi sejak tahun 1987. Lebih dari ratusan proyek epoxy lantai ditangani dengan hasil yang terbaik dan maksimal.

Wujudkan lantai pabrik yang ideal bersama tenaga ahli PT. Apindo Karya Lestari yang berkualitas, dengan garansi hingga 12 bulan. Informasi selengkapnya, kunjungi Apindo Karya Lestari.

FAQ

Warna hijau bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, segar, dan produktif di lingkungan kerja. Seringkali dikaitkan dengan alam dan ketenangan yang membantu mengurangi stres.

Warna sebagai penanda zona industri bervariasi, tergantung pengelola fasilitas. Zona industri berwarna abu-abu bersama dengan pergudangan.

About The Author

Scroll to Top